Serang – Dalam sebuah obrolan kopi darat Polemik pembangunan jalan desa di Kampung Kadu Manjangan kembali mencuat, seusai pekerjaan jalan tersebut selesai. Jumat (21/8).
Sebuah proyek jalan desa yang terletak di Kampung Kadu Manjangan RT 15 RW 003 Desa Nagara Padang Kecamatan Petir Kabupaten Serang, Banten.
Amin terpilih secara sah sebagai Ketua TPK proyek pengerjaan jalan Kadu Manjangan tidak banyak terlibat secara utuh dalam melaksanakan tugas dan kewajiban.
Amin menyatakan bahwa mereka memilih dan menunjuk ia secara resmi, bahkan BPD Desa juga ikut hadir untuk menyaksikan proses pemilihan dan pengugasan tersebut
Tidak hanya itu, keduanya yaitu Ketua TPK dan warga lainnya yang diduga TPK palsu atau bodong sempat adu mulut dalam sebuah rekaman voice note.
Hal lain juga sempat memicu kemarahan dari Ketua TPK yang terpilih secara resmi, yaitu dia merasa tidak pernah terlibat dalam semua hal termasuk saat wawancara.
Yang seharusnya dan secara relevansinya, Amin (Ketua TPK) yang layak memberikan keterangan tentang pembangunan jalan kampung kadumanjangan.
Bukan cuma itu saja, Amin juga menyebutkan bahwa pembangunan jalan tersebut diduga adanya pengurangan kubikasi sebanyak 1 meter, dan dengan bekisting yang diduga bekas.
“Dalam hal ini, saya merasa tersinggung dan kurang nyaman karena tidak terlibat dalam hal pembangunan, sedangkan saya adalah Ketua TPK,” ucap Amin.
Bahkan lanjut Amin, dia tidak mengetahui apapun dalam sebuah wawancara yang telah terbit dalam sebuah tayangan video youtube.
“Saya pun menjawab dengan apa adanya saja, tanpa ada settingan atau apapun itu. Ya, karena saya benar-benar tidak tahu,” tegas Amin.
Amin menambahkan, dalam sesi monitoring, dia tidak diikutsertakan. Hanya ada beberapa orang saja yang hadir dalam foto bersama di proyek pembangunan jalan itu.
Senada dengan itu, sebagian warga yang tidak menyebutkan namanya meminta agar Pemerintah Kecamatan untuk melakukan pergantian terhadap Pj Kepala Desa Negara Padang.
Bukan tanpa sebab, warga menganggap dan menilai bahwa perilaku seorang Pj tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat Desa.
Bahkan, pada saat ada beberapa awak media tengah mencari informasi tentang proyek jalan Kadu Manjangan, Pj tidak ada di lokasi.
“Hal demikian itu, kata warga, tidak layak di media online atau lainnya. Karena memang sangat mencoreng nama baik desa,” pungkasnya.
“Tapi, kalau ingin tahu lebih jelas dan akurat, bisa langsung survei ke masyarakat dan tanyakan langsung apa perilaku tersebut,” pungkasnya lagi.
Wartawan telah melakukan konfirmasi melalui via whatsapp, namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban dari Pj Kades Nagara Padang.







